Pages

Search This Blog

Translate

Bakso Daging Sapi _ Beef Meatball

Bakso! Orang Indonesia mana yang tidak kenal? Khususnya kaum wanita, rata-rata dapat dipastikan sangat menikmati makanan berkuah yang satu ini. Saya sendiri suka sekali, apalagi jika bakso dihidangkan dengan tambahan beberapa tetesan air jeruk nipis dan sambal cabe segar. Rasanya, mak nyusss! Apalagi jika dinikmati saat udara mulai dingin...brrrh!


Resep yang satu ini, saya dapat dari seorang teman yang tinggal di Shanghai. Karena dia juga tinggal jauh dari kampung halaman, maka untuk mengobati rasa rindu menikmati 'nge-bakso', Sandra mencoba membuat bakso sendiri.


Resep asli-nya dari Sandra:


Bahan:

500 gr daging cincang
2-3 sdm tapioka - jangan ngepas sendoknya, melunjung dikit gk apa
Garam dan merica secukupnya
1.5 garlic powder
Putih telor 1 - optional
Es batu sekitar 5-6 cubes


Caranya: 

Haluskan daging sapi dengan memakai blender atau food processsor. Jika memakai blender, blender-lah daging sapi cincang sedikit demi sedikit, karena apabila terlalu banyak dalam sekali blender, akan merusak blender.

Blender kembali daging yang telah halus dengan es batu, sampai benar-benar halus seratnya.  Masukan bahan-bahan lainnya. Aduk rata, hingga campuran daging terlihat merata dan halus.

Bentuk bola-bola bakso dengan ukuran sesuai seselera. Sementara itu rebus air dalam panci hingga mendidih. Masukkan sedikit minyak sayur ke dalam air mendidih tersebut agar bakso tidak lengket.

Kecilkan api kompor. Masukkan bola-bola bakso ke dalam panci untuk direbus dengan api kecil.

Catatan:
Air tidak boleh mendidih pada saat anda memasukkan bakso ke dalam panci.

Jika bola-bola bakso sudah mengambang di permukaan air rebusan, berarti bakso sudah matang.



Pengalaman saya membuat bakso di Jossi's Kitchen 


Ketika saya mencoba membuat bakso sesuai resep asli dari Sandra, saya menemukan beberapa kendala. 

Pertama: saya tidak berhasil menemukan tepung tapioka, setelah berkubek di beberapa supermarket bahkan toko-toko Asia, pada saat itu saya hanya berhasil menemukan tepung maizena (kanji).

Kedua : saya memakai bihun, bukan sohun.
Saya kurang menyukai mie kuning di dalam bakso, biasanya saya hanya suka sedikit mie putih (sohun). Pada saat itu saya masih menyimpan stock bihun ( yang biasa dibuat bihun goreng, ini bukan sohun! ). Jadi saya hanya memanfaatkan apa yang ada. 

Untuk mengetahui perbedaan sohun dan mihun,  silahkan klik disini 


Ketiga: saya hanya mempunyai blender / juicer, dan pada saat saya mencoba menghaluskan daging sapi cincang dengan blender. Serat daging sapi tersangkut di rotor pemutar blade/pisau blender sehingga blender saya berasap dan berbau sedikit terbakar. Saat itu juga terpaksa saya hentikan aktivitas menghaluskan daging sapi dengan blender. Daging sapi cincang hanya saya haluskan sedikit memakai roller kayu untuk membuat adonan kue. Alhasil, bakso yang saya buat menjadi bakso kasar seperti bakso urat. 

Keempat : Karena harga cabe rawit relatif mahal untuk hanya sekali makan, sehingga saya memakai herba picante (yang biasanya digunakan untuk campuran salad atau salsa pasta) pada saat menyajikan bakso. Tidak ketinggalan, jeruk nipis untuk pelengkap yang tidak boleh dilewatkan!

Kelima : Saya adalah pemakan daging, namun juga (mungkin pengaruh darah Sunda dari leluhur saya) maka bakso belum lengkap tanpa sayur. Jadi disini saya memakai rebusan sawi putih untuk sayur sebagai pelengkap. Tentu saja anda bebas mengganti pilihan jenis sayur yang ingin anda gunakan, sesuai selera.  

Keenam : agar rasa lebih sedap, atas saran seorang teman, saya mencampur 1/4 bagian air dengan 3/4 kaldu sapi merk Knorr, tersedia dalam bentuk cair dan dapat dibeli di supermarket setempat.


Berikut ini saya sertakan resep hasil modifikasi saya untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di Itali.



Resep bakso modifikasi Jossi's Kitchen :


Bahan:

350 gr daging cincang
2-3 sdm tepung maizena
Garam dan merica secukupnya
1.5 garlic powder
Kaldu sapi cair merk Knorr secukupnya (tersedia di supermarket setempat)
Putih telor 1 - optional
Es batu sekitar 5-6 cubes (es batu ini saya masukkan lap/linen bersih, kemudian saya getok dengan palu agar hancur dulu sebelum dimasukkan blender )


Caranya: 

Haluskan daging sapi dengan memakai blender. Namun karena blender hampir rusak, daging sapi cincang saya getok sedikit demi sedikit dengan roler untuk membuat adonan kue.

Setelah saya yakin daging cukup halus dan es batu cukup halus, daging sapi saya blender dengan es batu sedikit demi sedikit, tetapi tidak sampai halus.  

Keluarkan adonan daging sapi dari blender ke dalam mangkok, masukan bahan-bahan lainnya. Aduk rata, hingga campuran daging terlihat merata.

Bentuk bola-bola bakso dengan ukuran sesuai selera. Sementara itu rebus air dalam panci hingga mendidih. Masukkan sedikit minyak sayur ke dalam air mendidih tersebut agar bakso tidak lengket.

Kecilkan api kompor. Masukkan bola-bola bakso ke dalam panci untuk direbus dengan api kecil.

Catatan:
Campuran air dan kaldu sapi tidak boleh mendidih pada saat anda memasukkan bakso ke dalam panci.




Cara penyajian :

-Siapkan mihun rebus dalam mangkok saji, tambahkan sawi putih rebus.
-Tuangkan kuah bakso beserta beberapa buah bola-bola bakso.
-Teteskan jeruk nipis dan tambahkan herba picante. 


Meskipun sedikit berbeda dari bakso yang biasa kita nikmati di Indonesia, namun cukup mengobati rasa kangen 'nge-bakso'! 

Silahkan dicoba dan selamat makan!!